“Menjadi GURU adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi
amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi GURU baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan
yang seiring dengan pengalaman. Benar. Menjadi GURU adalah pilihan. Seharusnya kita sadar, Allah tidak main-main
mengamanahkan ini pada kita. Karena, GURU adalah makhluk yang LUAR BIASA. Yang dari tangannya bisa terlahir manusia yang
mencontoh Fir’aun atau bahkan
manusia yang meneladani Rasulullah. Karena seorang GURU adalah ibarat sedang
mendidik sebuah generasi”
Cambuk
bagi kita- seorang guru- kata-kata pembuka diatas. Sebuah
cambuk yang harusnya menjadi pembelajaran dan sebuah renungan untuk kemudian
memperbaiki kualitas diri kita sehingga kita tak henti untuk belajar.
Untuk
itulah kami mencoba belajar dengan melakukan observasi ke sekolah. Sekolah yang
kami tuju untuk melakukan observasi ini adalah SMK Kesehatan Nusantara yang
terletak di jalan legoso, Tangerang Selatan. Observasi ini dimaksudkan untuk
mengetahui seluk-beluk komponen sekolah yang mencakup kurikulum, kepala
sekolah, guru, siswa, fasilitas sekolah, ekstrakurikuler, lulusan/alumni dan
interaksi lingkungan sekolah dengan masyarakat. Namun, disini saya hanya akan
memaparkan hasil penelitian saya tentang guru di SMK Kesehatan Nusantara.
Sebelum
saya melaporkan hasil penelitian saya, sebaiknya kita ketahui dulu tentang
aspek penting yang harus dilakukan oleh seorang guru selama pembelajaran,
yaitu:
1.
Persiapan
Dalam
melakukan persiapan pembelajaran, guru yang baik akan mempersiapkan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan seksama; tujuan pembelajarannya
dinyatakan dalam kalimat yang jelas, dalam RPP;
materi pembelajaran yang akan diberikan memiliki kaitan atau dapat dikaitkan
dengan materi pembelajaran sebelumnya; kemudian, media pembelajaran, setting
ruangan kelas, hingga siswa sendiri perlu dipersiapkan.
2.
Presentasi/Penyajian
Pada saat presentasi, yang pertama-tama
harus guru ingat adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Berikutnya: guru memotivasi siswa, menarik perhatian agar mengikuti proses
pembelajaran dengan baik; menjelaskan materi pembelajaran dengan teknik-teknik
tertentu sehingga jelas dan mudah dipahami siswa; pembelajaran dilaksanakan
dalam langkah-langkah dan urutan yang logis; petunjuk-petunjuk pembelajaran
singkat dan jelas sehingga mudah dipahami; materi pembelajaran baik kedalaman
dan keluasannya disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa;
selama proses pembelajaran guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada
siswa; apabila guru bertanya, maka guru memberikan jawaban dengan jelas dan
memuaskan; serta guru selalu mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran
pada akhir kegiatan atau akhir sesi tertentu.
3.
Metode Pembelajaran
Pembelajaran yang baik selalu dilakukan secara bervariasi selama
alokasi waktu yang tersedia, tidak monoton dan membosankan; apabila terjadi
suatu permasalahan maka guru harus dapat bertindak dengan mengambil keputusan
terbaik agar pembelajaran tetap berlangsung secara efektif dan efisien; ketika
mempresentasikan atau membelajarkan materi pembelajaran maka tentu saja materi
tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan; selama
pembelajaran berlangsung guru tidak hanya berada pada posisi tertentu tetapi
bergerak secara dinamis di dalam kelasnya; apabila tampak ada siswa yang
membutuhkan bantuannya di bagian-bagian tertentu kelas, maka guru harus
bergerak dan menghampiri secara berimbang dan tidak terfokus hanya pada
beberapa gelintir siswa saja; penting bagi guru untuk mengenali dan mengetahui
nama setiap siswa yang ada di dalam kelasnya; selama pembelajaran berlangsung
guru harus memberikan reinforcement (penguatan) kepada siswa-siswanya dengan
cara yang positif; apabila memberikan ilustrasi dan contoh maka hendaknya telah
dipilih secara hati-hati sehingga benar-benar efektif dan bukannya malah
membuat bingung siswa; media pembelajaran di dalam pelaksanaan pembelajaran
digunakan secara efektif; latihan diberikan secara efektif; di dalam sebuah
proses belajar, kesalahan adalah hal yang wajar karena itu guru haruslah selalu
bersikap terbuka dan tidak menganggap negatif apabila siswa melakukan
kesalahanan dalam proses belajarnya; selain itu guru juga harus dapat
memperlakukan dengan bijaksana apabila terjadi kesalahan-kesalahan tertentu.
4.
Karakteristik Pribadi Guru
Pembelajaran yang baik hanya akan dapat
dilakukan oleh guru dengan kepribadian yang baik. Bagaimanakah kepribadian yang
baik itu? Guru yang baik harus selalu sabar terutama untuk memancing respon
siswa. Adalah hal yang biasa ditemukan apabila guru mendapati siswa kurang
memberikan respon terhadap pembelajaran yang dilakukan. Maka guru harus
berupaya memancing siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu,
selama pembelajaran guru harus bersikap tegas dan jelas; penampilan guru
menarik dan tidak membosankan; guru menggunakan bahasa yang baik dan berterima;
serta guru menunjukkan bagaimana ia adalah seorang yang selalu punya
inisiatif,kreatif, dan berprakarsa.
5.
Interaksi Selama Proses Pembelajaran
Di dalam proses pembelajaran yang baik
terjadi interaksi yang baik pula yang misalnya ditunjukkan oleh: guru yang
senantiasa memancing siswa untuk berdiskusi; terbentuk iklim yang sehat dan
mendukung dimana siswa dapat merasa bebas untuk bertanya, mengajukan pendapat,
menjawab pertanyaantanpa ada rasa takut dilecehkan, ditertawakan, atau dianggap
bodoh; karena proses pembelajaran dapat berjalan ke berbagai arah, maka guru
yang baik dapat mengarahkan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan tidak menyimpang dari hal tersebut; selama proses
pembelajaranberlangsung tampak siswa terlibat dalam kegiatan melalui interaksi
satu sama lain atau dengan guru; walaupun kadang-kadang siswa diberikan
tugas-tugas belajar tertentu yang sifatnya menegangkan secara akademis, mereka
haruslah tetap santai dan enjoy menikmatinya; dalam interaksi proses
pembelajaran guru mestinya menunjukkan sikap yang tidak memihak ke salah satu
kelompok, selalu berusaha adil dan menghormati semua orang yang ada di dalam
kelasnya; interaksi belajar yang baik akan memiliki indikasi dimana siswa
terdorong untuk bekerja semaksimal mungkin; selama kegiatan belajar guru
senantiasa memperhatikan kebutuhan siswa baik secara individu ataupun kelompok;
apabila terjadi penyimpangan maka guru justru dapat menggunakannya secara
positif untuk pembelajaran dan tidak berlebihan
Dalam
penelitian ini, cara yang saya lakukan adalah dengan mewawancarai perwakilan
dari guru di sekolah tersebut dan beberapa orang siswa. Berikut pertanyaan yang
saya ajukan untuk guru.
1.
Bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang
dilakukan ibu untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan keaktifan peserta
didik?
2.
Apa
kesulitan yang ibu hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran seperti itu?
3.
Darimana saja sumber belajar yang ibu
gunakan dalam pembelajaran?
4.
Apakah siswa juga dibebaskan dalam
mencari sumber pembelajaran dalam artian tidak hanya terpaku pada buku teks
yang dibeli di sekolah?
5.
Saat siswa mengalami kesulitan dalam
mengikuti pelajaran, bagaimana cara ibu membantu memecahkan kesulitannya?
6.
Apa langkah-langkah yang ibu lakukan
untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa?
7.
Bagaimana cara ibu membatasi pergaulan
yang berlebihan di lingkungan sekolah yang dapat menyebabkan siswa melanggar
peraturan?
Dari
hasil wawancara saya dengan perwakilan guru di SMK Kesehatan Nusantara
menyebutkan bahwa guru melakukan pembelajaran dengan cara aktive learning
dimana siswa belajar dengan berdiskusi kelompok, terlebih untuk anak-anak kelas
X yang kaitannya dengan kurikulum 2013 yang memang ditekankan siswa untuk
aktif. Hanya saja kesulitan dalam metode seperti ini adalah guru harus lebih
aktif bergerak keliling kelas memperhatikan siswa-siswa yang sedang berdiskusi,
karena sebelum-sebelumnya itu metode yang dipakai adalah seperti ceramah, guru
menjadi central dan siswa hanya memperhatikan.
Untuk
sumber pembelajaran, selain menggunakan buku teks dari sekolah dan buku yang
dikembangkan dari kelompok guru, guru juga mengambil sumber dari internet di
website-website pembelajaran. Begitupun dengan siswa, siswa tidak hanya terpaku
pada buku teks dari sekolah, tapi dibebaskan untuk mencari berbagai sumber
termasuk internet, apalagi disini ada fasilitas WiFi, jadi harus dimanfaatkan
untuk belajar.
Lalu,
untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran itu biasanya
dibantu dan memang harus dibantu. Biasanya dalam kegiatan belajar mengajar
siswa-siswa yang belum paham terlihat dan itu ditanya bagian mana yang belum
paham kemudian dijelaskan. Atau ada juga beberapa anak yang bilang mereka belum
paham, duluar jam pelajaran guru meluangkan waktunya untuk membantu siswa
tersebut.
Untuk
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa selain nilai yang baik juga
memberikan suntikan semangat dan motivasi dan biasanya karena di SMK Kesehatan
ini kebanyakan perempuan, mereka mudah untuk menerima dan terpengaruhi, berbeda
dengan jurusan lain yang kebanyakan laki-laki
Jika
ada siswa yang menyimpang, Selama itu tidak melanggar norma-norma masih bisa
dimaafkan, tapi kalau sudah menyimpang atau istilahnya “kurang ajar” itu harus
dibimbing lebih serius dan itu kaitannya dengan guru BP.
Dalam
kaitannya mengenai guru, tentu tak hanya guru sebagai pemberi materi pelajaran
yang ditanya bagaimana ia menyampaikan materinya, siswa yang juga orang yang
hampir setiap hari berinteraksi dengan guru sekalisgu sebagai subjek dan objek
dalam belajar perlu untuk dimintai pendapat mengenai guru-guru yang selama ini
mengajar mereka. Berikut hasil wawancara saya dengan beberapa siswa.
1.
Apakah Guru memotivasi siswa, menarik
perhatian agar mengikuti proses pembelajaran dengan baik?
2.
Apakah Selama proses pembelajaran guru
memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa?
3.
Apabila siswa bertanya, apakah guru
memberikan jawaban dengan jelas dan memuaskan?
4.
Lalu, apakah guru juga memberikan
kesempatan siswa untuk memberikan pendapatnya?
5.
Selama pembelajaran berlangsung apakah guru
tidak hanya berada pada posisi tertentu tetapi bergerak secara dinamis di dalam
kelasnya?
6.
Apabila ada siswa yang membutuhkan
bantuannya di bagian-bagian tertentu kelas, apakah guru bergerak dan menghampiri siswa secara
berimbang dan tidak terfokus hanya pada beberapa gelintir siswa saja?
7.
Apakah setiap guru menyampaikan
materinya, guru memberikan latihan-latihan?
8.
Apakah setiap memberikan latihan
tersebut, guru tersebut tetap berada di kelas atau hanya memberikan tugas lalu
pergi keluar kelas?
9.
bagaimana cara Guru berupaya memancing
siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran?
10.
Apakah Penampilan guru menarik dan tidak
membosankan?
11.
Guru selalu menunjukkan bahwa ia adalah
seorang yang selalu punya inisiatif,kreatif, dan berprakarsa
Dari
hasil wawancara, siswa mengatakan bahwa ada beberapa guru yang memang dalam
setiap pelajaran memeberikan motivasi-motivasi dan games-games untuk menarik
perhatian, tapi ada juga guru yang datang
hanya menyampaikan materi saja. Jika ada siswa yang kurang begitu aktif
dalam mengikuti pelajaran, biasanya guru memancing siswa tersebut dengan
mengerjakan soal di papan tulis.
Setiap
selesai menyampaikan materi guru selalu bertanya siapa saja yang belum paham
lalu memaparkannya kembali secara jelas. Begitupun dengan siswa yang mau
memberikan pendapatnya, guru memberikan ruang untuk berpendapat. Walaupun
memang pernah ada guru yang ketika siswanya bertanya mengenai pelajaran yang
belum dipahami justru dimarahi.
Guru
tidak hanya diam di satu tempat, tapi biasanya berkeliling ke setiap bangku
siswa dan jika ada siswa yang membutuhkan bantuan atau minta dijelaskan tentang
materi atau soal yang belum dimengerti, guru menghampiri siswa tersebut.
Setiap
selesai materi, latihan selalu diberikan. Selama siswa mengerjakan latihan
tersebut guru tetap berada di ruang kelas. Kalaupun ada guru yang hanya
memberikan tugas biasanya karena guru tersebut sedang sakit atau rapat.
Penampilan
guru-guru di sekolah ini berwarna, fashionable dan tidak membosankan.
Demikian hasil
wawancara saya dengan guru dan siswa mengenai guru di sekolah tersebut.