Kamis, 26 Desember 2013

LAPORAN OBSERVASI PENDIDIKAN FOKUS BIDANG GURU OLEH DEDE EL TRIANA (1113013000026)



Menjadi GURU adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi GURU baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman. Benar. Menjadi GURU adalah pilihan. Seharusnya kita sadar, Allah tidak main-main mengamanahkan ini pada kita. Karena, GURU adalah makhluk yang LUAR BIASA. Yang dari tangannya bisa terlahir manusia yang mencontoh  Fir’aun atau bahkan manusia yang meneladani Rasulullah. Karena seorang GURU adalah ibarat sedang mendidik sebuah generasi”
Cambuk bagi kita- seorang guru- kata-kata pembuka diatas. Sebuah cambuk yang harusnya menjadi pembelajaran dan sebuah renungan untuk kemudian memperbaiki kualitas diri kita sehingga kita tak henti untuk belajar.
Untuk itulah kami mencoba belajar dengan melakukan observasi ke sekolah. Sekolah yang kami tuju untuk melakukan observasi ini adalah SMK Kesehatan Nusantara yang terletak di jalan legoso, Tangerang Selatan. Observasi ini dimaksudkan untuk mengetahui seluk-beluk komponen sekolah yang mencakup kurikulum, kepala sekolah, guru, siswa, fasilitas sekolah, ekstrakurikuler, lulusan/alumni dan interaksi lingkungan sekolah dengan masyarakat. Namun, disini saya hanya akan memaparkan hasil penelitian saya tentang guru di SMK Kesehatan Nusantara.
Sebelum saya melaporkan hasil penelitian saya, sebaiknya kita ketahui dulu tentang aspek penting yang harus dilakukan oleh seorang guru selama pembelajaran, yaitu:
1.      Persiapan
Dalam melakukan persiapan pembelajaran, guru yang baik akan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan seksama; tujuan pembelajarannya dinyatakan dalam kalimat yang jelas, dalam RPP; materi pembelajaran yang akan diberikan memiliki kaitan atau dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran sebelumnya; kemudian, media pembelajaran, setting ruangan kelas, hingga siswa sendiri perlu dipersiapkan.
2.      Presentasi/Penyajian
Pada saat presentasi, yang pertama-tama harus guru ingat adalah menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Berikutnya: guru memotivasi siswa, menarik perhatian agar mengikuti proses pembelajaran dengan baik; menjelaskan materi pembelajaran dengan teknik-teknik tertentu sehingga jelas dan mudah dipahami siswa; pembelajaran dilaksanakan dalam langkah-langkah dan urutan yang logis; petunjuk-petunjuk pembelajaran singkat dan jelas sehingga mudah dipahami; materi pembelajaran baik kedalaman dan keluasannya disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan siswa; selama proses pembelajaran guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa; apabila guru bertanya, maka guru memberikan jawaban dengan jelas dan memuaskan; serta guru selalu mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran pada akhir kegiatan atau akhir sesi tertentu.

3.      Metode Pembelajaran
Pembelajaran yang baik selalu dilakukan secara bervariasi selama alokasi waktu yang tersedia, tidak monoton dan membosankan; apabila terjadi suatu permasalahan maka guru harus dapat bertindak dengan mengambil keputusan terbaik agar pembelajaran tetap berlangsung secara efektif dan efisien; ketika mempresentasikan atau membelajarkan materi pembelajaran maka tentu saja materi tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan; selama pembelajaran berlangsung guru tidak hanya berada pada posisi tertentu tetapi bergerak secara dinamis di dalam kelasnya; apabila tampak ada siswa yang membutuhkan bantuannya di bagian-bagian tertentu kelas, maka guru harus bergerak dan menghampiri secara berimbang dan tidak terfokus hanya pada beberapa gelintir siswa saja; penting bagi guru untuk mengenali dan mengetahui nama setiap siswa yang ada di dalam kelasnya; selama pembelajaran berlangsung guru harus memberikan reinforcement (penguatan) kepada siswa-siswanya dengan cara yang positif; apabila memberikan ilustrasi dan contoh maka hendaknya telah dipilih secara hati-hati sehingga benar-benar efektif dan bukannya malah membuat bingung siswa; media pembelajaran di dalam pelaksanaan pembelajaran digunakan secara efektif; latihan diberikan secara efektif; di dalam sebuah proses belajar, kesalahan adalah hal yang wajar karena itu guru haruslah selalu bersikap terbuka dan tidak menganggap negatif apabila siswa melakukan kesalahanan dalam proses belajarnya; selain itu guru juga harus dapat memperlakukan dengan bijaksana apabila terjadi kesalahan-kesalahan tertentu.
4.      Karakteristik Pribadi Guru
Pembelajaran yang baik hanya akan dapat dilakukan oleh guru dengan kepribadian yang baik. Bagaimanakah kepribadian yang baik itu? Guru yang baik harus selalu sabar terutama untuk memancing respon siswa. Adalah hal yang biasa ditemukan apabila guru mendapati siswa kurang memberikan respon terhadap pembelajaran yang dilakukan. Maka guru harus berupaya memancing siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu, selama pembelajaran guru harus bersikap tegas dan jelas; penampilan guru menarik dan tidak membosankan; guru menggunakan bahasa yang baik dan berterima; serta guru menunjukkan bagaimana ia adalah seorang yang selalu punya inisiatif,kreatif, dan berprakarsa.

5.      Interaksi  Selama Proses Pembelajaran
Di dalam proses pembelajaran yang baik terjadi interaksi yang baik pula yang misalnya ditunjukkan oleh: guru yang senantiasa memancing siswa untuk berdiskusi; terbentuk iklim yang sehat dan mendukung dimana siswa dapat merasa bebas untuk bertanya, mengajukan pendapat, menjawab pertanyaantanpa ada rasa takut dilecehkan, ditertawakan, atau dianggap bodoh; karena proses pembelajaran dapat berjalan ke berbagai arah, maka guru yang baik dapat mengarahkan proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tidak menyimpang dari hal tersebut; selama proses pembelajaranberlangsung tampak siswa terlibat dalam kegiatan melalui interaksi satu sama lain atau dengan guru; walaupun kadang-kadang siswa diberikan tugas-tugas belajar tertentu yang sifatnya menegangkan secara akademis, mereka haruslah tetap santai dan enjoy menikmatinya; dalam interaksi proses pembelajaran guru mestinya menunjukkan sikap yang tidak memihak ke salah satu kelompok, selalu berusaha adil dan menghormati semua orang yang ada di dalam kelasnya; interaksi belajar yang baik akan memiliki indikasi dimana siswa terdorong untuk bekerja semaksimal mungkin; selama kegiatan belajar guru senantiasa memperhatikan kebutuhan siswa baik secara individu ataupun kelompok; apabila terjadi penyimpangan maka guru justru dapat menggunakannya secara positif untuk pembelajaran dan tidak berlebihan

Dalam penelitian ini, cara yang saya lakukan adalah dengan mewawancarai perwakilan dari guru di sekolah tersebut dan beberapa orang siswa. Berikut pertanyaan yang saya ajukan untuk guru.
1.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan ibu untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan keaktifan peserta didik?
2.      Apa  kesulitan yang ibu hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran seperti itu?
3.      Darimana saja sumber belajar yang ibu gunakan dalam pembelajaran?
4.      Apakah siswa juga dibebaskan dalam mencari sumber pembelajaran dalam artian tidak hanya terpaku pada buku teks yang dibeli di sekolah?
5.      Saat siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran, bagaimana cara ibu membantu memecahkan kesulitannya?
6.      Apa langkah-langkah yang ibu lakukan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa?
7.      Bagaimana cara ibu membatasi pergaulan yang berlebihan di lingkungan sekolah yang dapat menyebabkan siswa melanggar peraturan?
Dari hasil wawancara saya dengan perwakilan guru di SMK Kesehatan Nusantara menyebutkan bahwa guru melakukan pembelajaran dengan cara aktive learning dimana siswa belajar dengan berdiskusi kelompok, terlebih untuk anak-anak kelas X yang kaitannya dengan kurikulum 2013 yang memang ditekankan siswa untuk aktif. Hanya saja kesulitan dalam metode seperti ini adalah guru harus lebih aktif bergerak keliling kelas memperhatikan siswa-siswa yang sedang berdiskusi, karena sebelum-sebelumnya itu metode yang dipakai adalah seperti ceramah, guru menjadi central dan siswa hanya memperhatikan.
Untuk sumber pembelajaran, selain menggunakan buku teks dari sekolah dan buku yang dikembangkan dari kelompok guru, guru juga mengambil sumber dari internet di website-website pembelajaran. Begitupun dengan siswa, siswa tidak hanya terpaku pada buku teks dari sekolah, tapi dibebaskan untuk mencari berbagai sumber termasuk internet, apalagi disini ada fasilitas WiFi, jadi harus dimanfaatkan untuk belajar.
Lalu, untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran itu biasanya dibantu dan memang harus dibantu. Biasanya dalam kegiatan belajar mengajar siswa-siswa yang belum paham terlihat dan itu ditanya bagian mana yang belum paham kemudian dijelaskan. Atau ada juga beberapa anak yang bilang mereka belum paham, duluar jam pelajaran guru meluangkan waktunya untuk membantu siswa tersebut.
Untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa selain nilai yang baik juga memberikan suntikan semangat dan motivasi dan biasanya karena di SMK Kesehatan ini kebanyakan perempuan, mereka mudah untuk menerima dan terpengaruhi, berbeda dengan jurusan lain yang kebanyakan laki-laki
Jika ada siswa yang menyimpang, Selama itu tidak melanggar norma-norma masih bisa dimaafkan, tapi kalau sudah menyimpang atau istilahnya “kurang ajar” itu harus dibimbing lebih serius dan itu kaitannya dengan guru BP.

Dalam kaitannya mengenai guru, tentu tak hanya guru sebagai pemberi materi pelajaran yang ditanya bagaimana ia menyampaikan materinya, siswa yang juga orang yang hampir setiap hari berinteraksi dengan guru sekalisgu sebagai subjek dan objek dalam belajar perlu untuk dimintai pendapat mengenai guru-guru yang selama ini mengajar mereka. Berikut hasil wawancara saya dengan beberapa siswa.
1.      Apakah Guru memotivasi siswa, menarik perhatian agar mengikuti proses pembelajaran dengan baik?
2.      Apakah Selama proses pembelajaran guru memberikan kesempatan untuk bertanya kepada siswa?
3.      Apabila siswa bertanya, apakah guru memberikan jawaban dengan jelas dan memuaskan?
4.      Lalu, apakah guru juga memberikan kesempatan siswa untuk memberikan pendapatnya?
5.      Selama pembelajaran berlangsung apakah guru tidak hanya berada pada posisi tertentu tetapi bergerak secara dinamis di dalam kelasnya?
6.      Apabila ada siswa yang membutuhkan bantuannya di bagian-bagian tertentu kelas, apakah guru  bergerak dan menghampiri siswa secara berimbang dan tidak terfokus hanya pada beberapa gelintir siswa saja?
7.      Apakah setiap guru menyampaikan materinya, guru memberikan latihan-latihan?
8.      Apakah setiap memberikan latihan tersebut, guru tersebut tetap berada di kelas atau hanya memberikan tugas lalu pergi keluar kelas?
9.      bagaimana cara Guru berupaya memancing siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran?
10.  Apakah Penampilan guru menarik dan tidak membosankan?
11.  Guru selalu menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang selalu punya inisiatif,kreatif, dan berprakarsa
Dari hasil wawancara, siswa mengatakan bahwa ada beberapa guru yang memang dalam setiap pelajaran memeberikan motivasi-motivasi dan games-games untuk menarik perhatian, tapi ada juga guru yang datang  hanya menyampaikan materi saja. Jika ada siswa yang kurang begitu aktif dalam mengikuti pelajaran, biasanya guru memancing siswa tersebut dengan mengerjakan soal di papan tulis.
Setiap selesai menyampaikan materi guru selalu bertanya siapa saja yang belum paham lalu memaparkannya kembali secara jelas. Begitupun dengan siswa yang mau memberikan pendapatnya, guru memberikan ruang untuk berpendapat. Walaupun memang pernah ada guru yang ketika siswanya bertanya mengenai pelajaran yang belum dipahami justru dimarahi.
Guru tidak hanya diam di satu tempat, tapi biasanya berkeliling ke setiap bangku siswa dan jika ada siswa yang membutuhkan bantuan atau minta dijelaskan tentang materi atau soal yang belum dimengerti, guru menghampiri siswa tersebut.
Setiap selesai materi, latihan selalu diberikan. Selama siswa mengerjakan latihan tersebut guru tetap berada di ruang kelas. Kalaupun ada guru yang hanya memberikan tugas biasanya karena guru tersebut sedang sakit atau rapat.
Penampilan guru-guru di sekolah ini berwarna, fashionable dan tidak membosankan.
             
            Demikian hasil wawancara saya dengan guru dan siswa mengenai guru di sekolah tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar