Kamis, 26 Desember 2013

LAPORAN OBSERVASI PENDIDIKAN FOKUS BIDANG INTERAKSI SOSIAL OLEH MARIA ULFA (1113013000032)





Menarik sekali ketika menjalani serangkaian proses penelitian yang ternyata mudah, dan butuh perjuangan dan penolakan, pertama kali kami mengunjungi sebuah SMA Negeri di Jakarta Barat namun data yang kami peroleh kurang memadai dan terjadi miss komunikasi seta kesalahan prosedural, hingga pada akhirnya kami memutuskan memperbaiki penelitian dan memutuskan untuk mencoba menggali informasi dari awal dan memutuskan untuk mengunjungi sebuah Sekolah Menengah Kejuruan di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.
YAN ( Yayasan Aldiana Nusantara) merupakan sebuah yayasan yang menaungi beberapa lembaga pendidikan diantaranya, SMA, SMK Kesehatan, SMP, INSTITUT Tekno kmi logi, serta SMK Umum. Namun kami memutuskan untuk memfokuskan satu penelitian ke SMK Kesehatan Nusantara.
Disini Penulis mewawancarai empat orang Narasumber, untuk menanyakan beberapa aspek yang meliputi interaksi yang terjadi di sekolah tersebut, empat orang tersebut adalah:
ü  Guru bidang studi Bahasa Indonesia
ü  Kepala Sekolah
ü  Siswa jurusan Keperawatan dan Farmasi
ü  Pedagang di luar Sekolah.
Adapun hal-hal yang ditanyakan di antaranya mengenai:
Ø  Proses pembelajaran
Ø  Program unggulan yang ada disekolah
Ø  Jurusan
Ø  Pembagian porsi belajar
Ø  Tata tertib sekolah
Ø  Program beasiswa
Ø  Hambatan dan masalah siswa beserta solusinya
Ø  Peran komite dalam pengambilan kebijakan yang ditetapkan sekolah
Ø  Keamanan sekolah
Ø  Asal siswa
Ø  Sikap siswa menurut penilaian masyarakat
Ø  Lingkungan sekolah (kebersihan)
Mengenai survey langsung yang di lakukan oleh tim kami, penulis merasakan beberapa perbedaan antara sekolah yang sempat kami kunjungi namun tidak menjadi objek penelitian dengan sekolah yang kami jadikan objek penelitian. Seperti data yang saya dapat dari guru bahasa Indonesia di sekolah negeri mengatakan bahwasanya dalam proses KBM, beliau memandang siswa itu berdasarkan kemampuan memahaminya, tidak menyama-ratakan kecepatan siswa dalam memahami isi materi, dan jika ada siswa yang belum mengerti maka akan di beri bimbingan secara intensif, namun setelah di konfirmasikan ke beberapa siswa ternyata metode tersebut tidak benar-benar di terapkan dalam KBM. Berbeda dengan sekolah tersebut di SMK Ksehatan YAN,  menurut seorang guru bidang studi yang sama menjelaskan bahwa beliau mengukur tingkat pemahaman siswa melalui latihan soal (evaluasi) sebelum pelaksanaan ujian. Namun jika memang dari soal tersebut saja siswa belum mampu menjawabnya dengan tepat, maka beliau akan mengulas kembali materi yang telah di sampaikan.
            Dan menyoroti penanganan terhadap siswa yang bermasalah, baik dalam hal kehadiran maupun nilai yang belum tercapai, guru tiap-tiap bidang studi di SMK YAN ini cukup peduli, bahkan dibanding wali kelasnya, yang hanya sekedar mngingatkan tata tetib kepada siswanya, padahal peran wali kelas seharusnya senantiasa memantau siswa di kelas yang ia naungi.
System pembelajaran di SMK pun tentunya seperti yang kita ketahui lebih mengedepankan pelajaran produktif  dibanndingkan normative dan adaptif, namun di SMK YAN ini berbeda karena porsi pembelajaran dalam seminggu sekitar 48 jam, maka untuk produktif 16 jam dan sisanya di gunakan untuk pembelajaran normative adaptif. Data tersebut diperoleh dari Kepala Sekolah YAN. Dan untuk program beasiswa yang ada di SMK YAN ini ada dua jalur yaitu BSM (Bantuan Siswa Miskin) dan bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun tentunya hanya perguruan tinggi yang menjalin kerjasama dengan pihak sekolah saja.
Mengenai kebrsihan lingkungan sekolah SMK YAN ini kurang bersih karena maih banyak sampah berserakan, dan gedung yang terlihat kurang begitu terawat. Sangat kontras dengan sekolah negeri yang kami  kunjungi sebelumnya. Dan peerbandingan pola perilaku antara SMK Kesehatan dengan SMA Negeri, sangat mencolok ketika saya bertanya mengenai interaksi social siswa di luar sekolah, SMK YAN yang mungkin secara kualitas dan kedisiplinan kurang tetapi mampu menghindarkan siswanya dari pengaruh tawuran, data tersebut saya peroleh dari masyarakat. Namun untuk SMA Negeri, yang secara kualitas, kedisiplinan yang ekstra ketat ternyata, sulit untuk mengontrol siswanya untuk tidak ikut tawuran, bahkan menurut siswanya polisi setempat sempat mendatangi sekolah mereka.
Saya juga menanyakan mengenai sarana dan prasarana apa saja yang masih kurang menurut siswa SMK YAN, ternyata mereka mengeluhkan kekurangan ruangan kelas untuk belajar. Mereka memiliki giliran proses pembelajaran, untuk jam pagi mereka masuk pukul 07.00 dan  untuk yang masuk siang proses KBM di mulai pada pukul 13.00. Namun untuk fasilitas praktikum seperti Lab. Analys, Lab. Farmasi, dan Keperawatan sejauh ini menurut mereka cukup memuaskan, berdasarkan penuturan mereka, praktikum khusus kejuruan dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu.
Satu yang dapat penulis simpulkan interaksi yang ada di SMK Kesehatan YAN, cukup baik antara siswa dengan guru berjalan lancar, kepedulian guru terhadap siswa cukup tinggi karena system iuran yang ditetapkan oleh manajemen yayasan juga berbeda dengan negeri, sedikit banyak mempengaruhi kinerja guru. Namun yang sangat kurang di sekolah tersebut adalah kedisiplinan dan kebersihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar