Kamis, 26 Desember 2013

LAPORAN OBSERVASI PENDIDIKAN FOKUS BIDANG SISWA OLEH SARTIKA (1113013000005)





Teori :
UU RI TAHUN 2003, TENTANG Sistem Pendidikan Nasional:
-          Pasal 1 Ayat 4.  Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
-          Pasal 1 ayat 6. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
-          Pasal 1 Ayat 20.  Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 
-          Pasal 12
(1)setiap peserta didik berhak:
b.  mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;
d.  mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya;
e.  pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara;
f.  menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
(2)  Setiap peserta didik berkewajiban:
a.  menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan;
b.  ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
-          Teori John Dewey, mengemukakan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebebasan peserta didiknya untuk mengeluarkan pendapat.
Daftar Pertanyaan
1.       Bagaimana menurut kalian tentang sekolah ini?
2.       Berapa lama waktu belajar kalian di sekolah ini ? apa waktu tersebut cukup atau bahkan kurang?
3.       Bagaimana menurut kalian tentang guru-guru yang ada di sekolah ini?
4.       Bagaimanakah menurut kalian guru yang menyenangkan itu?
5.       Dalam sekolah ini, bagaimanakah cara guru menyampaikana pelajaran? Apakah menurut kalian cara tersebut mudah dipahami atau mungkin membosankan?
6.       Ketika kalian di dalam kelas, apakah guru kalian membentuk kelompok belajar? Apakaah cara tersebut efektif dan membantu kalian dalam belajar?
7.       Kira-kira jika kalian diberi kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah kalian kepada sekolah atau pemerintah, apakah yang ingin kalian sampaikan?

Berdasarkan pertanyaan dan teori di atas, saya selaku pewawancara akan memaparkan jawaban-jawaban yang telah diberikan oleh peserta didik sebuah sekolah SMK jurusan FARMASI, yaitu SMK NUSANTARA 2 yang berlokasi di daerah Tangerang Selatan. Bahwasannya jawaban-jawaban siswa sebagai berikut;
Pertama, mengenai keadaan sekolah tersebut mereka menyebutkan bahwa sekolah tersebut Nyaman, bersih, dan menyenangkan. Bagi mereka sekolah ini dapat dikatakan nyaman, karena sekolah ini bersih dan terawat, sehingga mereka juga dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan tentunya berkonsentrasi dengan baik pula. Selain itu hubungan antara guru dan peserta didik sangatlah akrab , hal ini terlihat dari cara guru menyapa muridnya begitupun sebaliknya. Tentunya hal ini terlihat sangat baik, karena adanya sifat kekeluargaan dalam sekolah tersebut, hingga membuat siswa merasa nyaman berada dalam sekolah.
Kedua, mengenai waktu yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu untuk kelas pagi mulai pukul 07:00-12:30 dan untuk kelas siang mulai pukul 13:00-17:30. Untuk kelas pagi ini , dikhususkan untuk siswa kelas XI-XII dan kelas siangnya untuk siswa kelas X. Mengapa demikian ? Pembagian kelas tersebut menjadi dua waktu seperti ini, dikarenakan kelas yang tidak mencukupi. Padahal menurut sepengakuan siswa tersebut, mereka telah membayar mahal untuk masuk dalam sekolah ini. Selain itu, siswa juga merasa kurang nyaman, dengan pembagian kelas tersebut menjadi dua waktu seperti ini, dikarenakan terkadang pembagiannya tidak merata dan seringkali membuat siswa agak kesal. Karena selalu dapat kelas siang . Siswa juga merasa kekurangan waktu dalam kegiatan belajar di sekolah. Tentunya hal ini perlu ditanggulangi oleh sekolah ataupun kepala yayasan , agar siswa tetap merasa nyaman saat belajar. Dan hal ini juga telah diatur dalam UU RI No.20 tahun 2003 Pasal 12 ayat 1 yang membahas tentang hak siswa
Untuk pertanyaan ketiga dan keempat akan saya jabarkan seperti berikut. Ketika saya menanyakan tentang bagaimana guru yang ada dalam sekolah ini. Mereka sangat antusias menjawabnya, dikarenakan banyak siswa yang tertarik dengan guru-guru yang mengajar di dalam sekolah ini. Seperti misalnya, guru Pengembangan Diri yang merangkap juga sebagai Kepala Sekolah SMK ini yang bernama Pak Arif. Beliau disukai oleh siswa-siswanya dikarenakan beliau merupakan orang yang mudah bergaul, menyenangkan, komunikatif, asyik, dan dapat menyesuaikan diri dengan baik. Kemudian, Pak Andi Setiadi guru bidang Olahraga yang sebelumnya adalah guru IT atau computer. Beliau disukai karena beliau juga asyik, komunikatif, memiliki wawasan yang luas, dan dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dan ada satu lagi guru yang menjadi favourite mereka, yaitu Pak Andi Supendi. Beliau disenangi karena menyenangkan, asyik, lucu, baik, dan juga tegas. Dan masih banyak lainnya, kesimpulan dari guru yang mereka senangi yaitu adalah gur-guru yang dapat menyesuaikn diriya dengan baik. Maksudnya yaitu, mereka menyenangi guru-guru yang tidak hanya menjadi seorang pembimbing tetapi guru yang juga dapat menjadi teman ketika diluar jam pembelajaran. Hal ini sangat bagus untuk kita jadikan contoh mendidik.
Kelima, tentang cara guru menyampaikan pembelajaran. Cara guru dalam menyampaikan pembelajaran yaitu dengan metode ceramah dan melalui media PowerPoint. Menurut siswa cara guru menyampaikan materi pembelajaran dengan media PowerPoint dapat dianggap lebih efektif, karena cara tersebut membuat siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dan tentunya kegiatan belajar tidak akan berlangsung membosankan. Dibandingkan dengan guru yang hanya mengandalkan metode ceramah saja (hanya menerangkan saja) tentu itu sangat membosankan bagi siswa dan membuat siswa menjadi cepat mengantuk. Hal ini tentunya sangat berpengaruh dengan prestasi siswa. Banyak siswa yang tidak memahami atas apa yang telah diajarkan , mungkin penyebabya adalah kesalahan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut berarti guru dituntut untuk tidak gaptek (gagap teknologi) dalam memanfaatkan media elektronik sebagai media yang dapat membantu proses belajar.
Keenam, tentang kelompok belajar. Tentang pertanyaan ini memiliki persepsi yang berbeda-beda. Ada sebagian siswa yang menjawab bahwa belajar dengan pembentukan kelompok belajar ini dirasakan efektif, karena dapat membantu siswa dalam bertukar pikiran dengan temannnya untuk membicarakan masalah yang sedang didiskusikan. Kemudian ada juga yang beranggapan bahwa belajar dengan kelompok belajar ini terasa kurang efektif, karena tidak jarang sebagian siswa hanya main-main saja, bukannya malah belajar. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pembuatan kelompok belajar ini tergantung bagaimana siswa menghadapinya. Dan pembuatan kelompok belajar ini, tentunya juga sesuai dengan teori John Dewey , yang menjelaskan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam menyampaikan pendapat.
Dan yang terakhir, yaitu mengenai keluh kesah siswa dalam sekolah ini yaitu sebagai berikut. Siswa ingin menyampaikan kepada sekolah tentang masalah biaya , jikalau dapat siswa ingin biaya sekolah lebih diringankan. Karena menurut siswa antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang didapatkan itu sangat tidak seimbang.  Kemudian, masalah guru-guru yang kadang tidak konsisten dan suka telat, siswa merasa sangat dirugikan dengan hal tersebut. Dan yang terakhir, yaitu masalah laboratorium dengan lapangan yang kadang suka berebut antara SMK 1 dengan 2.
Demikianlah jawaban-jawaban yang telah diberikan oleh siswa-siswa dari SMK NUSANTARA 2 ini, ternyata dalam dunia pendiddikan kita di lapangan masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam hal ini juga pemerintah dipertanyakan keikusertaannya dalam masalah-masalah pendidikan. Kita juga sebagai calon pendidik harus ikut serta dalam memperbaiki pendidikan di Negara tercinta kita Indonesia ini. Semoga hasil penelitian ini, dapat membantu kita dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia ini, agar dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing  di dunia luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar