UU RI TAHUN
2003, TENTANG Sistem Pendidikan Nasional:
-
Pasal 1 Ayat 4. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia
pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
-
Pasal 1 ayat 6. Pendidik adalah tenaga
kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai
dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
-
Pasal 1 Ayat 20. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
-
Pasal 12
(1)setiap peserta didik berhak:
b. mendapatkan pelayanan
pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya;
d. mendapatkan biaya
pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya;
e. pindah ke program
pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara;
f. menyelesaikan program
pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang
dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
(2) Setiap peserta didik
berkewajiban:
a. menjaga norma-norma
pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan;
b. ikut menanggung biaya
penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari
kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
-
Teori John Dewey, mengemukakan
bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kebebasan peserta
didiknya untuk mengeluarkan pendapat.
Daftar Pertanyaan
1.
Bagaimana menurut kalian
tentang sekolah ini?
2.
Berapa lama waktu belajar
kalian di sekolah ini ? apa waktu tersebut cukup atau bahkan kurang?
3.
Bagaimana menurut kalian
tentang guru-guru yang ada di sekolah ini?
4.
Bagaimanakah menurut kalian
guru yang menyenangkan itu?
5.
Dalam sekolah ini, bagaimanakah
cara guru menyampaikana pelajaran? Apakah menurut kalian cara tersebut mudah
dipahami atau mungkin membosankan?
6.
Ketika kalian di dalam kelas,
apakah guru kalian membentuk kelompok belajar? Apakaah cara tersebut efektif
dan membantu kalian dalam belajar?
7.
Kira-kira jika kalian diberi
kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah kalian kepada sekolah atau
pemerintah, apakah yang ingin kalian sampaikan?
Berdasarkan pertanyaan dan teori di atas, saya selaku pewawancara
akan memaparkan jawaban-jawaban yang telah diberikan oleh peserta didik sebuah
sekolah SMK jurusan FARMASI, yaitu SMK NUSANTARA 2 yang berlokasi di daerah
Tangerang Selatan. Bahwasannya jawaban-jawaban siswa sebagai berikut;
Pertama, mengenai keadaan sekolah tersebut mereka menyebutkan bahwa
sekolah tersebut Nyaman, bersih, dan menyenangkan. Bagi mereka sekolah ini
dapat dikatakan nyaman, karena sekolah ini bersih dan terawat, sehingga mereka
juga dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan baik dan tentunya berkonsentrasi
dengan baik pula. Selain itu hubungan antara guru dan peserta didik sangatlah
akrab , hal ini terlihat dari cara guru menyapa muridnya begitupun sebaliknya.
Tentunya hal ini terlihat sangat baik, karena adanya sifat kekeluargaan dalam
sekolah tersebut, hingga membuat siswa merasa nyaman berada dalam sekolah.
Kedua, mengenai waktu yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu untuk
kelas pagi mulai pukul 07:00-12:30 dan untuk kelas siang mulai pukul
13:00-17:30. Untuk kelas pagi ini , dikhususkan untuk siswa kelas XI-XII dan
kelas siangnya untuk siswa kelas X. Mengapa demikian ? Pembagian kelas tersebut
menjadi dua waktu seperti ini, dikarenakan kelas yang tidak mencukupi. Padahal
menurut sepengakuan siswa tersebut, mereka telah membayar mahal untuk masuk dalam
sekolah ini. Selain itu, siswa juga merasa kurang nyaman, dengan pembagian
kelas tersebut menjadi dua waktu seperti ini, dikarenakan terkadang pembagiannya
tidak merata dan seringkali membuat siswa agak kesal. Karena selalu dapat kelas
siang . Siswa juga merasa kekurangan waktu dalam kegiatan belajar di sekolah.
Tentunya hal ini perlu ditanggulangi oleh sekolah ataupun kepala yayasan , agar
siswa tetap merasa nyaman saat belajar. Dan hal ini juga telah diatur dalam UU
RI No.20 tahun 2003 Pasal 12 ayat 1 yang membahas tentang hak siswa
Untuk pertanyaan ketiga dan keempat akan saya jabarkan seperti
berikut. Ketika saya menanyakan tentang bagaimana guru yang ada dalam sekolah
ini. Mereka sangat antusias menjawabnya, dikarenakan banyak siswa yang tertarik
dengan guru-guru yang mengajar di dalam sekolah ini. Seperti misalnya, guru
Pengembangan Diri yang merangkap juga sebagai Kepala Sekolah SMK ini yang
bernama Pak Arif. Beliau disukai oleh siswa-siswanya dikarenakan beliau
merupakan orang yang mudah bergaul, menyenangkan, komunikatif, asyik, dan dapat
menyesuaikan diri dengan baik. Kemudian, Pak Andi Setiadi guru bidang Olahraga
yang sebelumnya adalah guru IT atau computer. Beliau disukai karena beliau juga
asyik, komunikatif, memiliki wawasan yang luas, dan dapat menyesuaikan diri
dengan baik. Dan ada satu lagi guru yang menjadi favourite mereka, yaitu Pak
Andi Supendi. Beliau disenangi karena menyenangkan, asyik, lucu, baik, dan juga
tegas. Dan masih banyak lainnya, kesimpulan dari guru yang mereka senangi yaitu
adalah gur-guru yang dapat menyesuaikn diriya dengan baik. Maksudnya yaitu,
mereka menyenangi guru-guru yang tidak hanya menjadi seorang pembimbing tetapi
guru yang juga dapat menjadi teman ketika diluar jam pembelajaran. Hal ini
sangat bagus untuk kita jadikan contoh mendidik.
Kelima, tentang cara guru menyampaikan pembelajaran. Cara guru dalam
menyampaikan pembelajaran yaitu dengan metode ceramah dan melalui media
PowerPoint. Menurut siswa cara guru menyampaikan materi pembelajaran dengan
media PowerPoint dapat dianggap lebih efektif, karena cara tersebut membuat
siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dan tentunya kegiatan belajar
tidak akan berlangsung membosankan. Dibandingkan dengan guru yang hanya
mengandalkan metode ceramah saja (hanya menerangkan saja) tentu itu sangat
membosankan bagi siswa dan membuat siswa menjadi cepat mengantuk. Hal ini
tentunya sangat berpengaruh dengan prestasi siswa. Banyak siswa yang tidak
memahami atas apa yang telah diajarkan , mungkin penyebabya adalah kesalahan
cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut
berarti guru dituntut untuk tidak gaptek (gagap teknologi) dalam memanfaatkan
media elektronik sebagai media yang dapat membantu proses belajar.
Keenam, tentang kelompok belajar. Tentang pertanyaan ini memiliki
persepsi yang berbeda-beda. Ada sebagian siswa yang menjawab bahwa belajar
dengan pembentukan kelompok belajar ini dirasakan efektif, karena dapat
membantu siswa dalam bertukar pikiran dengan temannnya untuk membicarakan masalah
yang sedang didiskusikan. Kemudian ada juga yang beranggapan bahwa belajar
dengan kelompok belajar ini terasa kurang efektif, karena tidak jarang sebagian
siswa hanya main-main saja, bukannya malah belajar. Jadi dapat diambil
kesimpulan bahwa pembuatan kelompok belajar ini tergantung bagaimana siswa
menghadapinya. Dan pembuatan kelompok belajar ini, tentunya juga sesuai dengan
teori John Dewey , yang menjelaskan bahwa pendidikan yang baik adalah
pendidikan yang memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam menyampaikan
pendapat.
Dan yang terakhir, yaitu mengenai keluh kesah siswa dalam sekolah
ini yaitu sebagai berikut. Siswa ingin menyampaikan kepada sekolah tentang
masalah biaya , jikalau dapat siswa ingin biaya sekolah lebih diringankan.
Karena menurut siswa antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang
didapatkan itu sangat tidak seimbang.
Kemudian, masalah guru-guru yang kadang tidak konsisten dan suka telat,
siswa merasa sangat dirugikan dengan hal tersebut. Dan yang terakhir, yaitu masalah
laboratorium dengan lapangan yang kadang suka berebut antara SMK 1 dengan 2.
Demikianlah jawaban-jawaban yang telah diberikan oleh siswa-siswa
dari SMK NUSANTARA 2 ini, ternyata dalam dunia pendiddikan kita di lapangan
masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam hal ini juga pemerintah dipertanyakan
keikusertaannya dalam masalah-masalah pendidikan. Kita juga sebagai calon
pendidik harus ikut serta dalam memperbaiki pendidikan di Negara tercinta kita
Indonesia ini. Semoga hasil penelitian ini, dapat membantu kita dalam
memperbaiki pendidikan di Indonesia ini, agar dapat melahirkan generasi penerus
bangsa yang cerdas, kritis, dan mampu bersaing
di dunia luar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar